Minggu, 27 September 2009

BAIK dan BURUK

Pemomong pastinya tidak asing dengan apa yang terjadi di Dunia ini. Suatu ketika dia diminta untuk menjelaskan pepatah kesukaannya: "Tidak ada baik atau buruk, melainkan pikiran kitalah yang membuatnya begitu".
Inilah yang ia katakan: "Tidakkah kamu lihat bahwa apa yang dianggap sesak dalam kereta api dianggap meriah dalam diskotik?".
Sekiranya apa ?
Ya... sekiranya apa ?
Falasafah orang Jawa yang selalu membukukan faktor "UNTUNG" apakah bisa dikatakan sejalan terhadap pepatah diatas?, macam kecelakaan dijalan raya meskipun tangan kirinya patah. Toh kebanyakan orang Jawa akan bilang "Untung cuman tangan kiri saja yang patah" atau "untung hanya tangan saja yang patah" dan pelbagai untung - untung yang lain.
Pertanyaanya sekarang adalah 'apakah anda orang Jawa?. Apakah anda selalu merasa bahwa dikehidupan ini memang sebenernya tidaklah ada baik dan buruk (secara falsafah) melainkan semuanya selalu membawa manfaat untukmu.
Ada seorang teman dipojokan kedai berbincang denganku, bahwa dia dalam beberapa tahun kedepan akan menerapkan "MENIKMATI KEHIDUPAN APA ADANYA DARI GAJI YANG DIDAPAT SEKARANG". Berapapun gaji yang diperoleh akan dia gunakan untuk membahagiakan keluarga misalnya untuk beli baju anak istrinya atau untuk cuman sekedar makan malam disebuah resto mahal di akhir bulan. Saya hanya mengamini apa yang dia harapkan dan semoga apa yang dicita-citakan segera terkabul, Namun pertanyaan saya muncul terutarakan ke dia "berarti sekarang mas belum menikmati dari gaji sekarang". Jawabnya simple dan rata-rata orang pasti bakalan koor mengiyakan apa yang diutarakanya yaitu "Banyak tagihan mas... KPR, Motor, Anak Sekolah, Kredit Bank, Credit Card dll".
Menikmati....
menikmati dan menikmati adalah pengejahwantahan dari bahasa BERSYUKUR terhadap apa-apa yang ada dan apa-apa yang telah dikaruniai sang Pencipta kepada diri kita. Jadi.... cara bersyukurlah tentang segala sesuatu setidaknya sampai bulan ini masih bisa nyicil KPR, bayar motor, anak sekolah, kredit bank, credit card dll. Nikmastilah itu mas... jangan dibikin beban dan jangan diambil pusing.
Rizky tidak hanya dari gaji perusahaan, riski juga tidak melulu berupa uang atau jatah lembur dari atasan. Mulailah bersyukur bahwa rizky yang diberikan Alloh SWT terhadap kita tidaklah sedikit.
Istri yang tidak banyak menuntut dan patut terhadap anjuran suami juga laik untuk disyukuri...
Anak yang sehat juga merupakan suatu kenikmatan yang hakiki.
dan lain sebagainya.
Balik lagi ke falsafah diatas bahwa memang tidak adalah baik dan buruk di muka bumi ini selain membawa manfaat untuk kita dan pandai-pandailah kita bersyukur terhadap setiap keadaan yang disajikan di hadapan kita. Karena memang berpikir positif akan membawa aura pancaran jiwa yang mempesona dan kegairahan untuk hari esok. Janganlah bermuram durja meratapi keadaan yang dianggap masih kuran baik sebab justru malah menjadikan kita loyo dan suram.
^_^
SB

Jumat, 30 Januari 2009

SEKELEBAT PAGI

Seperti biasa hari ini menjalani rutinitas seperti pagi kemarin dan pagi-pagi yang kemarinnya lagi serta pagi-pagi yang kemarin-keamrinya lagi. Intinya masih sama, yaitu rutinitasnya ya ini-ini aja. hihihihihii

Pagi bener, habis briefing pagi jam 07.20am.. dah dicolek temen kantor untuk nyari tongkrongan ngopi - ngopi di OHBEYA. OHBEYA ini memang menjadi tempat fauvorit kami dalam menjalankan aksi lari dari pekerjaan (bahasa candaan kami) selain di Warung Import Part. Kalau memang tidak ada pekerjaan yang musti kudu diselesaikan di hari itu juga memang biasanya kami "kabur" cari inspirasi dan bahas - bahas, sharing perkembangan side job, rumah, jalanan maupun issue kantor di jam ini sampe jam 09.00am.

Ada yang manarik dari obrolan pagi ini. Tumben-tumbenan Haji Andjar & Haji Sigit WK sepakat mengangkat thema "DOA YANG MUJARAB"

Kata beliau-beliau berdua ada sedikit "kurang pas" jika dalam diakhir sholat kita berdoanya : "Ya.. Allah berilah kami Rizki-Mu". Ini yang paling mencolok, karena diam-diam saya masih sering melafalzkan kalimat ini dikahir sholatku..

Kenapa kurang Pas????. setelah ditelinik, hal ini dikarenakan doa / kalimat tersebut kurang specifik. mereka nyuruh googling/cari buku "kenapa doa kita tidak dikabulkan?" atau "cara berdoa nabi". Usut punya usut ternyata bukanya doa tersebut tidak dikabulkan olehNya, tapi SUDAH dan DONE. karena yang dimaksud rizky itu banyak, misal dikasih anak, dikasih kesehatan, dikasih istri yang baik, dikasih gaji tiap bulan dari perusahaan, dikasih udara, panas, hujan, dll. Jadi bukan Rizky materi yang tidak dikabulkan. tapi karena doanya alobal minta Rizky maka sebenernya sudah diberikan OlehNya.

So.. bagi temen-temen yang sering berdoa begitu "berilah kami Rizky-Mu". Maka saatnya sekarang untuk bersyukur saja, karena Rizky dariNYA sudah cukup banyak diberikan untukmu semuanya.

Disarankan, Cobalah untuk kedepan kalimat-kalimat doa yang kurang spesifik diganti menjadi yang lebih spesifik apa keinginan kita sehingga secara suggesti dorongan alamiah dari hati yang terdalam pasti akan mengakar dan membantu perwujudan doa tersebut yang dipancarkan dari sang Khalik.

Misalnya : berdoalah minta diberikan Mobil Innova type V warna hitam buatan tahun 2009. atau mintalah diberikan UANG untuk bisa merenofasi rumah untuk menjadikan 2 lantai. InsyaAllah dengan pengharapan dan usaha yang optimal - InsyaAllah diKABULKAN. bandingkan jika hanya berucap "berikanlah kami Rizky-Mu" maka yang diberikan bisa saja perjalanan berangkat kerja yang selamat (no accident). Karena perjalananan yang selamat tersebut adalah merupakan Rizky yang sangat berharga dariNya.

^_^

Selamat mencoba berdoa yang spesifik ya....